LIBURAN SINGKAT TETAP BERWARNA DI KAMPUNG WARNA WARNI JODIPAN-MALANG

Sunday, November 19, 2017

Assalaamu'alaikum. Hello everyone!
Saat baca judul postingan ini, apa yang ada dipikiran teman-teman?
"Ah, basi! Kan udah hits laamaa banget! Masa baru main kesana?"
atau
"Kampung Warna Warni Jodipan? Apaan tuh?"
atau
"Naah, SIP! Ini nih info tentang Kampung Warna Warni Jodipan di Malang!"
*
Well, mungkin ada pembaca yang sudah tau tempat ini, apalagi kalau termasuk "arek hits Malang" hehe pasti sudah pernah berkunjung juga, kan? Tapi, mungkin ada juga pembaca yang sedang berlibur mengunjungi sanak-saudara di Malang, atau ada keperluan lainnya di Malang dan sedang mencari tempat wisata terdekat di Kota Malang. Naaah, semoga postingan ini masih masuk kategori informatif ya ;)

***
Kampung Warna Warni Jodipan yang awalnya merupakan perkampungan kumuh sekarang menjadi salah satu tempat wisata alternatif di Kota Malang. Letaknya di bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas. Permukiman ini dapat terlihat jelas dari atas jembatan Jalan Gatot Subroto atau biasa disebut Jembatan Brantas.

As I said before, Kampung Warna Warni Jodipan merupakan pilihan tepat sebagai tempat wisata alternatif di Kota Malang. Yap, menurutku, tempat wisata ini paling cocok dikunjungi oleh teman-teman wisatawan yang tidak punya waktu banyak untuk jalan-jalan di Kota Malang tapi kepingin memiliki kenang-kenangan berupa foto yang instagramable.

Tiket masuk Kampung Warna Warni Jodipan termasuk tiket tempat wisata termurah yang pernah aku kunjungi! Cuma Rp 2.000,- dan itupun dapat souvenir berupa sticker, loh! Parah banget kan murahnya? Tapi, itu belum termasuk parkir yaa. Untuk harga parkir sih, nggak lebay. Jujur nih, aku lupa harga pastinya. Intinya sih nggak dimahal-mahalin sama tukang parkirnya :D

Latar belakang Kampung Warna Warni Jodipan sangat menarik dan patut diapresiasi. Bisa dibilang, ini tuh buah ide dari beberapa mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang yang sedang mendapat tugas dari salah satu mata kuliah yang ditempuh. Aksi nyata dari ide tersebut dilakukan dengan pengecatan rumah agar tidak terlihat kumuh dan juga pembangunan toilet umum.

Sudah satu tahun-lebih beberapa bulan, sejak peresmiannya, yaitu pada tanggal 4 September 2016, aku masih melihat antusias warga Desa Jodipan dalam merawat Kampung Warna Warni mereka. Saat aku berkunjung, aku melihat warga desa ada yang mengecat tembok-tembok yang warnanya sudah kotor, ada juga yang merapihkan pot-pot tanaman di sepanjang tangga warna-warni, dan kegiatan lainnya dalam rangka tetap menjaga kecantikkan dari Kampung Warna Warni. Aku pribadi sih senang melihatnya, teringat dengan pelajaran PPKn waktu di Sekolah Dasar yang judul babnya "Gotong Royong" hehe.

Nah, oleh karena itu, sebagai pengunjung Kampung Warna Warni Jodipan, kita juga harus menjaga kecantikkan tempat wisata ini. Caranya gampang kok, buanglah sampah pada tempat yang disediakan. Kalau belum menemukan tempat sampah, dibawa sendiri dulu, ya! Dan yang juga nggak kalah pentingnya, kalau teman-teman bukan pelukis mural, yaa jangan ikut "melukis" alias mencoret-coret tembok di sana, ya!

Sebagai salah satu destinasi untuk mendapatkan foto-foto instagramable, Kampung Warna Warni Jodipan menawarkan banyak sekali pilihan background untuk berfoto. Favoritku sih tembok berwarna soft pink karena itu warna favoritku :p


Tidak hanya background polos, ada juga yang bergambar, dan memiliki tema khusus seperti wayang-wayangan di bawah ini.

Masih kurang? Tenang, spot fotonya nggak cuma tembok!!! Banyak spot foto instagramable dengan tema menarik yang harus rela antri kalau pengunjung lagi ramai. Beberapa spot foto menarik selain tembok bisa di lihat pada gambar di bawah ini ;)




Saking senangnya, sampai bikin galau, nggak mau pulang karena masih kepingin menjelajahi setiap seluk-beluk gangnya, tapi sudah capek dan juga sudah waktunya untuk pulang.

Naah, kalau teman-teman ternyata masih punya waktu dan juga masih ada tenaga tersisa, coba deh berkunjung ke Kampung 3D. Lokasinya nggak jauh dari Kampung Warna Warni Jodipan, bahkan sekarang sudah diresmikan jembatan penghubung dua tempat wisata ini. Tiket masuknya juga murah dan souvenirnya berupa gantungan kunci lucu berbahan flanel yang merupakan hasil karya warga.

Okkaaay, sampai di sini dulu postingan minggu ini. Semoga bermanfaat.
Ingat! Jaga kebersihan ketika berkunjung yaaa ;)

Mau tau aku main kemana lagi? Nah, biar tau infonya, yuk follow blog dan sosial media aku:
GFC (you can click "join this site" on the left side of this blog)
Instagram: @vidazenitha
Facebook: Vida Zenitha

Thank you!
Wassalam.

You Might Also Like

10 comments

  1. Wah Vida udah foto-foto disini ajah. Aku aja belum kesini padahal bolak-balik lewat. hehehe. Bagus fotonya, btw.

    ReplyDelete
  2. indah bnget tempatnya kak.. Jadi ingin maen kesana :)

    ReplyDelete
  3. keren ya, tempatnya unik..
    aku aja belum pernah maen kesana, kayaknya seru untuk liburan singkat.. :)

    ReplyDelete
  4. Kampung warna-warni emang instagramable banget, ga heran jika mayoritas pengunjungnya generasi milenial. Btw salam kenal ya, ternyata sama-sama blogger Malang.

    ReplyDelete
  5. saban hari lewat, tapi ngga pernah mampir...
    :(

    ReplyDelete
  6. Owh bayar dua ribu ya masuknya mbak... Termasuk ke yang Trofi itu?

    ReplyDelete
  7. Kampung warna warni ini sangat menarik. ada 2 kampung yang dipisahkan oleh sungai.
    Masuk ke kampung-kampung ini dikenakan biaya. Wajar sih ga mahal cuma RP. 3000 perkampung. selain bisa masuk kita juga dapet souvenir gantungan kunci.

    Kampung pertama lebih banyak didominasi rumah warna warni, kampung kedua "Kampung tridi" sangat menarik, walau rumah penduduk saling berdempetan penduduk disana ramah-ramah malah ngarahin gaya dan bantu untuk foto-foto.

    Semoga kampung ini masih terjaga kebersihannya dan keramahan penduduknya.


    Travel Lumajang Malang

    ReplyDelete

PART OF INDONESIAN HIJAB BLOGGER

PART OF INDONESIAN FEMALE BLOGGERS

https://www.facebook.com/groups/1949767178581022/

PART OF BLOGGER PEREMPUAN

Blogger Perempuan

Subscribe