Hi, everyone! Ini bukan tentang siraman rohani mengenai aturan berhijab bagi seorang wanita muslimah. Ini cerita tentang aku yang mantap memilih bisnis hijab syar'i. Ini bukan pilihan pertama. Ragu? Pasti. Setiap minggu dalam satu bulan, bisa muncul berbagai macam ide bisnis. Mau bikin frozen food seperti baso aci, seblak. Mau bikin dessert in jar. Atau bikin bumbu halus siap masak dalam kemasan. Setiap ide, coba dirancang business plan-nya. Wah, beruntung saat S1 pernah ikut mata kuliah pilihan "kewirausahaan".
Lalu? Aku justru memilih mundur.
Kembali ke titik nol. Ada hal yang aku pertimbangkan. Saat itu, aku yakin, bukan waktu yang tepat bagiku.
![]() |
| Photo by Evie S. on Unsplash |
Scrolling instagram melihat sosok sahabatku begitu cantik menjadi seorang pembicara di suatu event bergengsi. Aku tidak iri dengan pencapaiannya. Aku tidak membandingkan diri juga. Mata aku tertuju pada hijabnya. Hijab motif namun bisa dipakai hingga menutup dada.
Aku tanya beli dimana? Brand apa?
Ditelusuri dan ternyata ukurannya 115x115 cm. Ukuran umum yang digunakan di Indonesia. Gak jadi beli deh.
Tersadar bahwa sebenarnya ada masalahku yang mungkin juga masalah bagi orang lain, khususnya wanita berhijab syar'i.
Nggak tau juga sih, karena aku belum lama memakai hijab syar'i. Semua berawal dari pekerjaan ku sebelum resign. Menjadi tenaga pendidik di salah satu International Islamic Boarding School, mengharuskan setiap karyawannya (termasuk guru) untuk mematuhi standar berpakaian ketika berada dalam lingkungan sekolah. Pakaian gamis (tidak memperjelas lekuk tubuh) dan hijab syar'i menutup dada secara sempurna.
Koleksi hijab syar'i di lemariku benar-benar polos. Tidak ada satupun yang bermotif. Pakaian gamis ku juga polos. Aku tidak terlalu tinggi, lebih sering membeli pakaian polos agar mudah saat harus potong panjang baju. Agar tidak membosankan, bukankah pakai hijab syar'i dengan motif yang manis bisa menghilangkan kesan "tua"/"kayak ibu-ibu" ? Walaupun realitanya, memang sudah tidak muda, sih XD
Lalu terpikir, kenapa tidak aku coba produksi sendiri hijab syar'i?
Aku coba cari brand yang benar-benar kuat di penjualan hijab syar'i dan masih belum aku temukan. Mungkin aku yang tidak tau. Ketika ada di posisi ini, aku kembali ragu. Apakah itu berarti peminatnya sangat rendah?
Hey! Sekarang semua orang bisa membuat trend-nya sendiri. Fashion di sosial media benar-benar seperti tanpa batasan.
Bukankah berarti ada peluang?
***
Ingin jadi bagian dari kisahku?
Temani aku di instagram @vidazenitha dan jadilah saksi dari perjuanganku di instagram @kimaa.id
Aku pun ingin jadi bagian dari perjalanan mu untuk istiqomah dengan hijab syar'i di Shopee Kimaa.
Hi, everyone! Berawal dari seorang gadis remaja pendiam yang masih duduk di bangku sekolah (SMA) (saat itu belum familiar dengan istilah introvert) mencoba untuk berbagi cerita dan kisah. Aku beri nama "CerKiss.blogspot.com" dari kata cerita dan kisah. Tulisan ~kiss-nya kayak centil banget, ya?! Hahaha seingatku, saat aku coba tulisan "cerkis" biasa, ternyata sudah ada yang pakai nama itu. Jadi, aku iseng tambahkan huruf "s" lagi, dan berhasil. Aku tuliskan cerita tentang perasaan gundah, bahagia, berbagai pemikiranku dan juga tentang kisah dari suatu kejadian mengejutkan yang ingin aku kenang. Sekarang, semuanya sudah aku arsipkan.
Waktu berlalu, aku belajar banyak hal. Vida yang pendiam mulai dilatih dan melatih dirinya untuk bisa bersosialisai lebih baik. Thanks to my brother. Awal masuk bangku kuliah, sering diajak bertemu dengan teman-temannya, bahkan didaftarkan ikut acara seminar, padahal aku gak paham topiknya wkwkwk. Tapi... it works good untuk aku berani "say, hi" dengan orang-orang baru. Bukan tiba-tiba berubah menjadi sosok yang ekstrovert. Setidaknya, aku berani memulai obrolan dengan siapapun lawan bicaraku.
Memasuki dunia kerja, aku memiliki kemampuan bersosialisasi yang sangat baik. Alhamdulillah aku memberikan warna tersendiri di tempat kerjaku saat itu. Perpisahan pun dipenuhi tangis sedih kehilangan. Aku merasa kehilangan mereka, begitupun sebaliknya. Aku resign dan pindah tempat tinggal untuk lebih fokus mendampingi suami di kota perantauan.
Satu tahun pertama setelah resign terasa berat. Vida yang sudah sangat terbiasa bersosialisasi dengan banyak orang seolah dalam waktu sekejap menjadi seorang istri di perumahan yang sepi. Tidak akan aku ceritakan bagaimana jatuh-bangunnya mentalku saat itu hahaha. Namun, sekarang aku sudah bisa melewatinya, berdamai dengan keadaan dan diriku.
Pada saat itu, aku mencoba bangkit dengan mewujudkan ide bisnis "hijab syar'i" sehingga lahirlah brand KIMAA. Berasal dari serapan bahasa arab, Kimaa berarti "berharga" dan dengan filosofinya, yaitu "sesuatu yang berharga haruslah dijaga". Filosofi yang indah bukan berarti perjalanannya menjadi indah karena mudah.
Buntu! Ayo coba lagi! Buntu lagi! Ayo coba lagi!
Pencapaianku masih sebatas pecah telur di Shopee. Tentu saja belum puas. Namun, aku mengakui bahwa ada yang salah dengan "sistem" yang aku bangun.
Mencoba untuk slow but sure! Karena semuanya aku kerjakan sendiri, dari mulai mengurus keuangan, desain, follow up produksi, hingga membuat konten untuk marketing (termasuk jadi talent dan editornya). Sebulan, dua bulan, tiga bulan, akhirnya berujung BURN OUT.
Lanjut disibukkan dengan pindahan rumah, Kimaa pun terabaikan. Namun, pindah rumah ternyata memberikan aku ide segar. Buru-buru aku coba untuk eksekusi lagi. Apakah berhasil? Belum. Aku tidak berhenti, sampai saat aku menulis postingan blog ini pun, alternatif ide-ide masih bermunculan.
Seketika terbawa ke masa lalu tentang berbagi cerita dan kisah, bersama dengan proses aku membangun Kimaa saat ini, aku ingin membagikan cerita dan kisah tentang apa-apa yang aku lalui. Cerita ide, kisah gagal dan berhasil, akan aku coba tuangkan di blog ini.
Vida Zenitha yang mungkin karena blog ini jadi dikenal sebagai "beauty content creator" sekarang akan mencoba hal baru sebagai "business owner". Bismillah.
***
Ingin jadi bagian dari kisahku?
Temani aku di instagram @vidazenitha dan jadilah saksi dari perjuanganku di instagram @kimaa.id
Aku pun ingin jadi bagian dari perjalanan mu untuk istiqomah dengan hijab syar'i di Shopee Kimaa.

