HAIR CARE ROUTINE 2020

Tuesday, November 10, 2020

 Hi everyone!

Sekitar tiga tahun lalu aku pernah menulis how to get rid of dandruff berdasarkan telaah tips dan membaca artikel yang kemudian dicoba beberapa kali. Alhamdulillah, memberikan hasil yang baik untuk kondisi kulit kepala dan juga rambut. Lepas dari masalah itu, kondisi kulit kepala dan rambut menjadi normal. Well, normal versi aku adalah ketika mulai lepek akan wajar muncul sedikit ketombe namun akan hilang setelah keramas. Selain itu, rambut rontok menjadi masalah yang mulai aku pandang normal bagi rambut yang diikat hampir setiap hari jika keluar rumah dan ditutup hijab. Memang pernah aku merasa rambut rontokku terlalu parah, namun setelah aku pahami dan menerima keadaan, memang masalah rambut rontok tidak akan pernah menghilang. Tapi, aku tetap bersyukur setelah mencoba melakukan perawatan rambut dengan beberapa produk yang akan dibahas di sini, jumlah rambut yang rontok menjadi berkurang.

1. Shampoo

Pada awalnya aku berpikir bahwa semua shampoo sama. Dimana karakter rambutku yang kering dan tipis sehingga apabila selesai pakai shampoo maka akan kembali kering dan mengembang seperti rambut singa. Jadi, selama ini aku menganggap ya itu karena memang karakter rambutku, bukan karena samponya. Tapi, setelah mendengarkan rekomendasi dari ayah untuk pakai Natur Hair Shampoo with Ginseng Extract, ternyata rambutku bisa terurai lebih kalem dan rapih!

Rekomendasi memakai sampo Natur dengan ekstrak Ginseng lebih ditujukan karena saat itu aku mengalami kerontokan yang parah. Pengalamanku menggunakan sampo ini, rambut menjadi lebih rapih karena tidak kering-megar dan rontok yang berkurang. Ingat, "berkurang" berarti masih tetap rontok namun jumlahnya tidak banyak! Walaupun cukup lama memakai shampoo Natur, namun ada beberapa hal yang aku kurang suka, yaitu setiap selesai keramas rambutku menjadi sangat kusut. Ohiya, shampoo ini juga bukan tipe busa melimpah ya! Busanya sangat sedikit sehingga untuk menghasilkan volume busa yang sesuai keinginan harus pakai samponya lebih banyak.

Iseng aku coba produk Makarizo Texture Experience Strawberry Yoghurt. Awalnya cuma mau beli hair mask-nya karena aku jatuh cinta saat pertama kali nyobain di salon. Jadi, aku kepingin antara shampoo dan hair mask memiliki aroma yang sama supaya kalau cuma sempat sampoan doang tetap dapat aroma yang enak (berasa udah pakai hair mask gitu). Sayangnya aroma sampo Makarizo tidak terlalu menempel setelah sampo dibilas. Tapi, aku tidak kecewa karena setelah keramas rambutku tidak kusut sehingga mudah untuk disisir dan otomatis membuat jumlah rambut rontokku berkurang. Selain itu, setelah kering rambutku tetap halus, rapih, pokoknya tidak mengembang yang sampai parah. Aku suka banget dengan hasilnya!

Makarizo Texture Experience Strawberry Yoghurt sulit didapatkan di supermarket atau toserba. Biasanya produk ini bisa didapatkan di toko kosmetik dan salon. Misal, di Malang, kalian bisa dapatkan di toko Raya, kalau kalian di Yogyakarta bisa dapatkan di toko Mutiara. Nah, karena sulit didapat, waktu aku lagi di kota kecil dan kehabisan shampoo, akhirnya aku mencoba Makarizo Hair Energy Fibertherapy Kiwi Extract. Shampoo dan hair mask dengan kemasan berwarna orange mentereng ini lebih mudah didapatkan.


Memilih varian Kiwi bukan karena rambutku pernah mengalami proses kimia yang "keras" seperti diwarnai, bleaching, atau dicatok berkali-kali, ataupun perawatan keratin. Aku pilih varian Kiwi cuma karena aku suka aromanya. Dan setelah dicoba hasilnya juga sebagus Makarizo Texture Experience Strawberry Yoghurt. Bedanya, sampo Makarizo kemasan orange ini lebih mudah menghasilkan busa dibandingkan yang seri Texture Experience. Sedangkan untuk daya tahan aroma samponya, sama saja, mudah hilang setelah dibilas.

2. Hair mask

Ribet? Sudah pasti! Memang paling enak melakukan hair treatment di salon dengan terapis yang profesional. Kepala dipijat kadang ada bonus massage punggung dan tangan. Semua rasa capek, lelah, letih, dan stress, auto hilang! Tapi, biaya untuk rutin ke salon tidak murah.

Kalau sekedar ingin fokus untuk memanjakan rambut dan meningkatkan mood, menggunakan hair mask sendiri, adalah cara terbaik karena akan sangat menghemat. Tapi, kalau memang stress, suntuk dan badan kecapekan, aku tetap pergi ke salon. Mulai tahun 2019 sampai sekarang aku ke salon hanya 2 bulan sekali, itupun kalau ingat. Intinya, aku sudah tidak ketergantungan lagi dengan salon.


Hair mask yang aku gunakan adalah Makarizo Texture Experience Hair & Scalp Treatment - Strawberry Yoghurt. Untuk harganya Rp 119.000,- tapi itu harga sebelum diskon, aku lupa harga setelah diskon, yang jelas tetap lebih hemat daripada harus ke salon. Isi produknya 500 g, bisa dipakai lebih dari enam kali untuk rambut pendek sebahu.

Kenapa aku jatuh cinta sejak pemakaian pertama? Dalam rentang waktu 5-7 hari, tekstur rambut tetap halus dan sangat mudah diatur. Tidak ada drama rambut kusut sehingga rambut rontok pun berkurang. Selain itu, dalam rentang waktu yang sama, aroma wanginya tetap awet walaupun sudah keramas dua kali dalam seminggu itu. Ini nih poin yang benar-benar bikin stress berkurang. Setiap mengendus aroma rambut, rasanya bisa relax!


Untuk mendapatkan hasil maksimal memang ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, jumlah produk yang digunakan. Jangan terlalu pelit, ya! Pastikan semua helai rambut terlapisi dengan baik. Kedua, pijat halus kulit kepala. Walaupun nggak bisa se-profesional terapis salon, tapi usahakan untuk tetap pijat kulit kepala agar nutrisinya dapat terserap. Ketiga, steam rambut. Karena aku tidak punya alat steam seperti di salon, maka bisa dengan cara membasahi handuk dengan air hangat lalu lilitkan, dan diamkan selama 30 menit sampai 1 jam.


Pada cara pakai yang disarankan di kemasan, kalau pakai alat steam, cukup 10 menit. Nah, karena aku coba-coba, berdasarkan pengalamanku, mendiamkan maskernya selama 1 jam dengan dibalut handuk hangat membuat aromanya lebih awet (7 hari) menempel di rambut, begitu juga efek halusnya. Ohiya, karena didiamkan selama 1 jam, tentu handuknya menjadi tidak hangat lagi, nggak apa, biarin aja. Well, ini cara pakai versi aku, ya! Kalau kalian nggak kuat mendiamkan selama 1 jam, mungkin bakal ngerasa masuk angin atau kedinginan, yaa sesuaikan saja. Didiamkan 30 menit juga sudah memberikan hasil yang lumayan kok, efeknya bertahan kurang lebih 4 hari.

3. Hair oil/vitamin

Sekitar tahun 2014 aku mulai mencoba vitamin rambut yang teksturnya agak oily, yaitu Ellips. Tapi, aku tidak mendapatkan hasil apa-apa padahal sudah coba semua varian. Akhirnya, aku tidak tertarik untuk pakai vitamin rambut lagi. Sampai pada suatu hari di tahun 2020 aku mendapatkan kesempatan untuk mencoba L'Oreal Paris Elseve Extraordinary Oil (Rich), dan aku suka!



Bagi yang sering catok rambut, hair oil seperti ini mungkin tidak asing lagi karena bisa meminimalisir kerusakan rambut. Lalu, kenapa aku yang berhijab dan nggak pernah styling rambut juga suka dengan hair oil? Sebenarnya tidak ada hubungan antara hijab dan hair oil, ya! Aku suka produk ini karena memberikan efek rambut rapih, halus, no drama. Serius, sebagus itu! Kalau rambutku halus maka setiap kali aku sisiran hanya sedikit sekali rambut yang rontok. Dengan begitu, aku bisa sisiran kapan pun.

Perawatan rambut hanya menggunakan sampo, tidak memberikan efek halus yang awet di rambutku. Jadi, dulu sebelum kenal produk ini, memang aku memilih mengurangi frekuensi menyisir rambut pakai sisir. Nah, untuk tampilan sekedar rapih aku hanya menyisir pakai jari saja.

Hair mask memang memberikan efek rambut halus yang tahan lama. Tapi, jujur, aku tidak setiap minggu rutin untuk pakai hair mask. Nah, hair oil inilah jalan ninjaku untuk tetap mendapatkan rambut halus.

Kapan memakai hair mask dan hair oil?

Ketika aku memakai hair mask, aku tidak akan memakai hair oil. Alasannya tentu karena aroma dua produk ini berbeda. Aku terlalu cinta mati dengan aroma hair mask Makarizo, jadi nggak mungkin aku rusak aromanya dengan memakai produk lain. Toh, rambutku juga sudah sangat halus karena hair mask.

Hair oil aku gunakan hanya saat setelah keramas dan tidak ada rencana pergi di hari itu sehingga ada waktu rambutku bisa diurai seharian, biasanya hari sabtu atau minggu. Nah, apabila keesokan harinya mau beraktifitas dan menggunakan hijab, tidak ada masalah. Rambut tetap halus, tidak cepat lepek, dan tidak ketombean. Pengalamanku, apabila setelah memakai hair oil lalu beberapa jam kemudian harus memakai hijab, maka rambutku menjadi terlalu cepat lepek dan kulit kepala menjadi cepat ketombean.

***

Menjelang akhir tahun 2020, aku masih setia menggunakan produk-produk di atas. Nggak nyangka ternyata rambutku yang biasanya awut-awutan bisa menjadi terlihat rapih, halus, sedikit rontok dan terlihat lebih sehat berkilau. Jadi, kalau keluar rumah tampil rapih dan cantik karena hijab, tapi sekarang di dalam rumah pun tetap tampil rapih dan cantik dengan rambut yang sehat, wangi, dan halus.

Yes! Finally, this is the end of my blog post today. Thank you so much for reading until the end and see you in my next post!

Oh! Don't forget to follow my blog:
GFC (you can click "join this site")

Instagram: @vidazenitha
Facebook: Vida Zenitha

Thank you!

You Might Also Like

0 comments

PART OF INDONESIAN HIJAB BLOGGER

PART OF INDONESIAN FEMALE BLOGGERS

https://www.facebook.com/groups/1949767178581022/

PART OF BLOGGER PEREMPUAN

Blogger Perempuan

Subscribe