Kumpulan Produk Skin Care yang Belum Pernah dibeli Lagi. Kenapa?? | Review NACIFIC, Nature Republic, Daisy, dan Wardah

Friday, November 05, 2021

Hi, everyone! Aku mulai menjadi beauty enthusiast sekitar tahun 2015. Saat itu usia ku sudah masuk ke fase dewasa awal dan sangat wajar di usia 21 tahun mulai mengenal make up dan skin care. Aku mulai menyadari pentingnya skin care setelah lebih dulu nyemplung di dunia make up. Hampir setiap hari mulai rajin pakai bedak (two way cake) sampai akhirnya bingung ketika lihat kulit wajah kusam banget. Ketika coba ditimpa dengan bedak untuk menutupi kulit wajah yang kusam, udah nggak mempan, karena bedaknya nggak bisa menyatu dengan kulit.

Image by Freepik
Semakin sering baca dan nonton review tentang skin care, aku mulai mencoba mengenali jenis kulit ku, dan masalah kulit yang paling sering jadi langganan. Nggak gampang, tapi seiring berkembangnya konten beauty di Indonesia, aku sangat merasa terbantu dan jadi ikut tertarik juga berperan melalui blog ini.

Oke, langsung aja ini beberapa produk skin care yang sudah pernah aku coba tapi gagal tayang review lengkapnya di blog ini. Hiks!

1. Review Nacific Fresh Herb Origin Serum

Produk ini sangat hits pada jamannya! Saat lagi booming aku berhasil mendapatkan produk originalnya! Saat itu namanya masih Natural Pacific! Produk ini lumayan kontroversial karena reaksi di setiap orang berbeda-beda. Ada yang merasakan sensasi tingling ringan sampai menengah nyelekit ~apasiiih bahasanya zz~ dan itu yang bikin orang-orang pro dan kontra. Ada yang sukaa banget tapi nggak sedikit juga yang ngerasain break out karena produk ini. Wah, rame banget deh perbincangannya! Belum lagi sempat beredar versi palsunya! Ckck heboh buund!

Aku beruntung karena hasil yang aku rasakan sangat menyenangkan. Bahkan ini masuk dalam kategori my holy grail. Ketika kulit wajah ku kusam karena kegiatan outdoor yang benar-benar di tempat berdebu dan panas, Nacific Fresh Herb Origin Serum ampuh banget mengembalikan kecerahan kulitku dalam waktu 4 hari. Nggak cuma cerah, tapi lembabnya pas banget, aku pun selalu gemas sama hasilnya, langsung pede to the max lah pokoknya! Glowing, cerah, segar, kayak habis cuci muka pakai air dari pegunungan!

Masih ada lagi alasan yang bikin aku cinta sama produk ini, yaitu make up jadi nempel halus banget di kulit, menyatu dengan anggun. Karena itu, kalau aku sudah punya agenda untuk pakai full make up, tiga atau 4 hari sebelum acara aku sudah mulai rutin pakai Nacific Fresh Herb Origin Serum ini.

Review Nacific Fresh Herb Origin Serum

Sayangnya karena dia terdiri dari dua fase, yang mana ada oil-nya, aku nggak bisa pakai setiap hari. Kulitku sangat rawan muncul milia ketika diberi asupan skin care yang terlalu melembabkan. Makanya, aku hanya pakai saat malam hari dan ketika merasa kulitku kusam. Jadi, saat mencapai tenggat expired date produk ini masih tersisa banyak.

Karena banyak yang suka dengan produk ini, brand NACIFIC (nama terbarunya) telah resmi masuk ke Indonesia dan bisa didapatkan melalui official store mereka di beberapa e-commerce. Produk ini juga sudah teregistrasi BPOM. Seandainya Fresh Herb Origin Serum ini ada kemasan yang lebih kecil, jujur aku mau banget sih beli lagi!

2. Review Wardah Capsule Mask All Variant

Semua variasi Wardah Capsule Mask merupakan wash off, jadi harus dibilas dengan air. Empat varian yaitu alpine apple, milky oat, orange pomelo, dan amazonian acai berry memiliki tekstur seperti gel sehingga setelah 15 menit pemakaian maskernya tidak akan sampai kering sempurna. Berbeda dengan varian tea tree memiliki tekstur pasta setelah 15 menit masker dapat mengering karena merupakan clay mask.

Aku nggak tuliskan review khusus di blog ini karena hasil dari semua varian itu mirip. Nggak ada perbedaan yang signifikan. Hanya sekedar memberikan kelembaban dan ada efek cerah sesaat yang memang khas kalau habis pakai masker. Selebihnya? Nggak ada. Padahal aku berharap banget mendapatkan experience yang seru dari setiap masker Wardah ini.

Review Wardah Capsule Mask All Variant

Review Wardah Capsule Mask All Variant

Produk ini aku dapatkan dengan harga diskon, beli lima varian jadi lebih murah! Sangat bermanfaat kalau travelling. Hal penting yang harus diingat ketika sudah membuka kemasan, sebaiknya cepat dihabiskan dalam rentang 1 bulan. Jika tidak cepat dihabiskan maka produk akan mengering. Satu kemasan Wardah Capsule Mask bisa digunakan sekitar 3-4 kali pemakaian.

3. Review Nature Republic Mild Greentea Toner

Belum pernah mencoba produk-produk Nature Republic jadi alasan aku untuk cobain tonernya dulu. Harganya masih bisa diterima dompet, Rp 99.000,- seingatku. Beli langsung di counter Nature Republic di Hartono Mall Yogyakarta. Pikirku, kalau cocok, bakal repurchase dan gampang karena bisa langsung beli offline. Tapi, ternyata produk ini biasa saja. Bisa berperan sebagai hydrating toner dan bisa juga dipakai sebagai campuran untuk melarutkan masker bubuk.

Review Nature Republic Mild Greentea Toner

Aku belum pernah beli produk ini lagi karena masih punya stok hydrating toner dari brand lain yang juga cocok di kulitku. Kalau stok hydrating toner ku habis, aku akan mempertimbangkan beli ini lagi saat buntu dan bingung mau beli toner apa. Alasannya karena harganya masih relatif affordable dibanding toner lain dan isinya juga banyak, 155 mL.

4. Review Daisy Face Mask All Variant

Kenal produk ini karena teman ku. Beberapa kali aku repurchase karena aromanya enak banget dan hasilnya juga bagus. Bukan yang wow gimana gitu, hasilnya standar, kulit terasa segar dan cerah sesaat setelah di bilas. Yang aku suka dari masker ini adalah experience selama penggunaan.

Hampir setiap pagi atau setidaknya 2 hari sekali aku pakai masker ini. Sengaja aku pakai pagi karena aroma manis dari masker ini bisa banget mendatangkan semangat memulai hari. Walaupun ada scrubnya, tapi karena berasal dari oat, maka scrubnya masih lembut. Terkadang saat bilas juga aku nggak fokus eksfoliasi pakai scrubnya. Aku sadar terlalu sering pakai, jadi takut over eksfoliasi.

Review Daisy Face Mask All Variant

Karena aku sesuka itu dengan produk ini, aku kepingin dong berbagi review di blog secara lengkap. Tapi ternyata masker dari brand ini belum memiliki nomor BPOM saat itu (sekitar tahun 2019 seingatku), padahal produknya yang lain sudah ada izin BPOM-nya. Saat itu aku sudah crosscheck juga di website BPOM, ya! Nggak tau nih, apakah sekarang sudah teregistrasi BPOM? Kalau ada yang tau boleh kasih tanggapan di kolom komentar. Sampai saat ini aku belum pernah beli lagi karena sudah ada banyak kok masker yang semacam ini dan telah ada izin BPOM :)

***

Beberapa produk skin care yang aku tulis review singkatnya kali ini sudah expired dan otomatis harus langsung di buang. Tidak boleh dipakai lagi, ya! Skin care yang sudah expired sangat rentan menimbulkan masalah pada kulit. Hal ini dikarenakan senyawa-senyawa kimia dalam ingredients bisa mengalami perubahan sifat kimia!

Zat pengawet dalam skin care mempunyai peranan penting, yaitu menjaga kestabilan formula (senyawa-senyawa yang ada dalam ingredients). Ketika sudah expired zat ini sudah tidak bekerja lagi. Makanya bisa terjadi perubahan sifat kimia dalam produk yang berfase cair maupun liquid. Bisa juga diikuti dengan perkembangbiakan bakteri ataupun jamur.

Perubahan sifat kimia pada skin care terkadang diikuti juga dengan perubahan tampilan/fisik produk, misalnya berubah warna atau tingkat kekentalan (viskositas). Namun, tidak selamanya perubahan sifat kimia diikuti dengan perubahan fisik. Zat kimia di dalam skin care yang expired bisa saja membentuk zat kimia baru yang tidak bisa kita amati dengan mata. Inilah yang berbahaya. Salah satu penyebab mudahnya perubahan sifat kimia dalam skin care yang expired karena adanya kandungan air atau pelarut lain.

Hal ini berlaku bagi produk-produk yang diklaim organik, herbal, dan natural sekalipun! Justru, kalau kalian perhatikan, produk-produk dengan klaim tersebut justru memiliki rentang expired date yang cenderung lebih cepat. Pada produk-produk organik, herbal, atau natural biasanya tidak ditambahkan zat pengawet sehingga perubahan sifat kimia dari zat-zat yang terkandung di dalamnya bisa terjadi lebih cepat.

Mungkin sudah ada yang baca postingan aku sebelumnya tentang pakai highlighter dan contour powder yang expired. Kenapa masih berani pakai dua produk itu tapi nggak berani pakai skin care expired?

Skin care dirancang untuk bisa masuk ke dalam lapisan kulit sedangkan make up khususnya yang berbentuk powder dirancang untuk memberikan tampilan sesaat pada permukaan kulit. Jadi, jelas sangat berbahaya, jika ke dalam lapisan kulit dimasukkan skin care yang sudah expired.


Perlu diingat make up dalam bentuk powder rentan menyumbat pori-pori maka dari itu dalam postingan sebelumnya aku sangat menyarankan untuk double cleansing agar tidak ada produk yang tersisa menempel sekalipun di permukaan kulit. Kalian harus baca postingan aku di post sebelumnya, jangan setengah-setengah karena ada hal-hal lain yang harus dipertimbangkan juga!

***
Yes! Finally, this is the end of my blog post today. Thank you so much for reading until the end and see you in my next post!

Oh! Don't forget to follow my blog:
GFC (you can click "join this site")

Instagram: @vidazenitha
Facebook: Vida Zenitha

Thank you!

You Might Also Like

2 comments

  1. Great items! Hope I can find some in our local stores!

    Marie
    https://theflowerduet.blogspot.com/

    ReplyDelete
  2. Aku dulu juga pernah sukaaa banget Ama masker wajah organik dari obat gitu, dan cocok di kulitku. Malah bikin kulit memang enaaak dan kenyal, juga halus. Tapi aku stop, Krn baru sadar ga ada BPOM nya 😫. Waktu itu udah sadar juga pentingnya skincare yg aman di kulit. Jadi ga mau sembarangan lagi pake produk yg ga bpom.

    ReplyDelete

PART OF BLOGGER PEREMPUAN

Blogger Perempuan

Subscribe