Kumpulan Produk Make Up yang Belum Pernah Dibeli Lagi, Kenapa?? | Random Review: Etude House, Wet 'n Wild, Make Over, Teen Crush, Mineral Botanica | Stop Buying This Things

Tuesday, November 02, 2021

Hi, everyone! Sebagai beauty content creator yang fokus utamanya menggunakan platform Blog, seringkali setiap produk baru datang atau baru dibeli pasti mengutamakan foto dulu baru pakai. Tujuannya untuk menghasilkan kualitas gambar yang bagus dengan produk yang belum bopel-bopel. Aku pribadi merasa review yang dibawakan menjadi lebih bisa berbicara karena pembaca seolah-olah ikut merasakan experience saat awal kemasan produk dibuka.

Namun, nggak sedikit dari foto-foto yang telah diambil sejak awal produk dibuka hingga sekarang,  tidak muncul reviewnya di blog ini. Alasannya beragam, seperti kehilangan momentum karena muncul produk lain yang lebih ramai dibahas, kualitas produk tidak sesuai ekspektasi, atau merasa hasil foto nggak bagus dan kepingin foto ulang, dan berujung kehilangan momentum lagi.

STOP BUYING THESE MAKEUP PRODUCTS
Image by Freepik

Oke, kembali ke bahasan utama!

Berikut ini adalah stok foto yang masih ada di laptop aku dan aku masih ingat experience pemakaian produknya. Maka dari itu, aku masih bisa membagikan reviewnya walaupun secara singkat. Aku juga akan menjelaskan pertimbangan utama kenapa produk tersebut tetap aku keep atau tidak aku beli lagi (repurchase).

1. Review Teen Crush Problem Oil Cut Pact

Menjelang akhir tahun 2021 aku mulai risih dengan masker yang terlihat kotor karena bedak yang menempel. Mau nggak pakai bedak tuh justru bikin kulit aku semakin cepat berminyak dan maskne merajalela. Tapi, hati kecil berkata "iyuh, maskernya decckiil". Di momen ini, aku ingat punya translucent powder dari Teencrush dan aku langsung happy banget! Masker aku nggak kotor karena bedak ini nggak berwarna, lalu produksi minyak terkontrol, dan bedak ini nyaman banget dipakai saat aktivitas sehari-hari yang harus pakai masker karena tidak menyebabkan maskne. Untungnya bedak ini punya rentang expired date yang cukup lama, jadi masih bisa aku pakai.

Review Teen Crush Problem Oil Cut Pact

Nilai plus lagi tentang produk ini adalah aplikator sponsnya yang berbeda dengan spons bedak lain. Sponsnya memiliki tekstur semacam suede, jujur aku kurang bisa mendeskripsikan bahan yang digunakan pada spons ini. Pokoknya spons ini bisa mentransfer produk dengan baik, bahkan di kondisi kulit berminyak sekalipun, spons ini bisa mentransfer produk sedemikian rupa tanpa menyebabkan bedaknya patchy.

Sayangnya, aku telat sadar dan saat aku ingin membuat review lengkap, aku lihat website dan instagramnya seperti sudah tidak update lagi dan link produk pembeliannya juga tidak bisa di akses. FYI, Teencrush ini Korean Brand, ya! Dulu, produk mereka bisa dibeli melalui shopee dengan pengiriman langsung dari Korea. Makanya Teencrush ini belum/tidak ada izin BPOM.

Beberapa produk teencrush sebenarnya sudah aku tulis reviewnya, kalian bisa baca di tag "teencrush" pada bagian search by brand.

2. Review Make Over Riche Glow Highlighter

Aku mendapatkan highlighter Make Over ini saat dulu masih aktif menjadi bagian dari Sociolla Blogger Network. Saat itu challenge-nya adalah membuat video dengan produk-produk Make Over dengan bintang utamanya adalah highlighter ini (aku juga mendapatkan produk lain dalam satu PR Package saat itu).

Kualitas make over bagus banget. Seingatku highlighter ini hanya ada 1 pilihan shade. Dan yang aku dapatkan ini shade yang sesuai juga untuk skin tone ku. Menurutku, dilihat dari warna perpaduan shimmernya, shade ini bisa cocok untuk berbagai skin tone. Hal lain yang aku suka dari highlighter ini adalah pigmentasi yang bagus, yang artinya dia bisa di-build sesuai keinginan. Produknya gampang banget diambil oleh brush. Bisa diambil sedikit saja untuk tampilan yang glowing natural, dan bisa di build untuk hasil glowing cetar maksimal. Aku selalu tap brush secara perlahan supaya dapat efek glowing natural.

Review Make Over Riche Glow Highlighter

Aku jarang sekali pakai highlighter, hanya aku pakai saat membuat konten. sedangkan untuk makeup sehari-hari ataupun ke event tertentu tetap saja aku tidak pakai highlighter. Alasannya karena kulit wajahku cepat berminyak. Kalau pakai highlighter, aku merasa glowingnya berlebihan.

Produk ini masih aku keep dan pakai karena secara tampilan masih bagus, tidak ada terlihat perubahan fisik seperti warnanya berubah, atau muncul jamur, nggak ada! Selain itu, aku juga pakainya hanya sedikit dan di atas make up (complexion), jadi aku merasa tetap aman. Tentunya, aku berani memakai produk lama ini karena kulitku juga tidak sensitif dan aku selalu merawat/menyimpan produk dengan baik. Makanya, kulitku pun tidak menunjukkan tanda-tanda penolakan. Yang penting pastikan untuk selalu membersihkan wajah dengan metode double cleansing.

Baca juga: Kenalan dengan Double Cleansing

3. Review Etude House Play Color Eyes Wine Party Eyeshadow Palette

Salah satu produk yang aku kehilangan momentum karena aku merasa produk ini nggak sesuai ekpektasi. Aku beli mahal banget karena harus bayar biaya jastip.

Sekitar tahun 2017, eyeshadow lokal belum banyak yang memiliki kualitas bagus. Rata-rata masalah eyeshadow lokal saat itu adalah banyak fall out, pigmentasi kurang menyala, dan pilihan atau perpaduan warna di palettenya kurang menarik. Jadi memang saat itu, aku belum punya satu pun koleksi eyeshadow palette.

Swatch Etude House Play Color Eyes Wine Party Eyeshadow Palette


Pigmentasi eyeshadow etude house ini bagus banget dan tidak ada fall out dan perpaduan warnanya juga cantik. Sayangnya, koleksi warna di palette ini tidak cocok dengan karakter aku. Warnanya bagus, karena cenderung warm, tapi terlalu gelap. Aku yang saat itu masih pemula, merasa kesulitan untuk berkreasi dengan warna-warna di palette ini.

Etude House Wine Party Eyeshadow ini masih aku simpan karena memorinya. Nggak pernah dipakai lagi karena sudah expired. Ini produk yang dipakai di kelopak mata, jadi aku nggak berani ambil resiko, sekalipun penampakan fisik dan saat di swatch pun masih terlihat bagus.

Review Etude House Play Color Eyes Wine Party Eyeshadow Palette

Sekilas kenanganku dengan Etude House: Pertama kalinya mengeluarkan uang sekitar Rp 300.000,- (seingatku) untuk sebuah produk make up. Sebetulnya, harga asli yaitu Rp 210.000,- tapi jadi melejit karena biaya jastip dan ongkir dari rumah dia ke rumahku. Dengan melihat produk ini masih bertengger di rak/laci penyimpanan make up, semacam ada pengingat untuk "pikir 1000 kali sebelum mengeluarkan uang jumlah besar untuk barang yang sifat pemakaiannya belum menjadi keahlianmu."

4. Review Wet n Wild Megaglo Contouring Palette Contour

Sempat hits dan jadi must have item seluruh umat beauty enthusiast pada jamannya. Wet 'n Wild termasuk brand drugstore yang sudah resmi masuk di Indonesia di awal era kejayaan per-beauty-an. *ribet banget ya bahasanya*. Intinya, karena banyak beauty vlogger yang memberikan review bagus untuk produk ini, akhirnya ikutan beli! Harganya juga nggak mahal, di bawah Rp 100.000,-

Tidak menyesal membeli produk ini hanya saja ternyata aku bukan orang yang suka contour. Sudah terlanjur dibeli, kemudian pas nyobain, aku sadar, aku suka dengan pipi chubby ini hahaha. Mohon maaf, self-love ku sudah terpupuk sejak lama.

Jadi, setiap make up, yaaa nggak pernah pakai contour pipi. Alhasil, males deh nulis reviewnya. Nggak ada rasa menggebu-gebu untuk ceritain produk ini.
 Review Wet n wild contour

Tapi, belakangan ini aku mulai pakai contour, khususnya di hidung. *ehem* Karena lagi punya project bikin set up studio untuk ngonten biar lebih produktif dan profesional, aku mulai aktif lagi foto atau bikin video pakai artifical lighting (ringlight), nah efek lighting ini ternyata bikin kamera nggak nangkep nih mancung alami hidungku.

Warna coklatnya ternyata nggak terlalu warm untuk dijadikan contour, masih bagus banget di undertone aku. Kemudian banana powdernya juga bagus untuk kasih highlight di bagian hidung. Nggak perlu ditimpa highlighter yang super blinding tapi udah bisa bagus hasilnya. Ih, suka banget! Untung belum aku buang :p

5. Review Mineral Botanica Radiant Instant Cover Concealer

Lagi dan lagi beli karena terpengaruh oleh review dari beauty vlogger yang bilang concealer mineral botanica adalah dupe dari high end brand "Tarte Shape Tape Concealer" yang sedang hits pada jamannya. Berdasarkan penjelasan dari beberapa beauty vlogger, tekstur produk ini masih mudah di blend, maka aku asumsikan "oke kayaknya bakal bikin bagian bawah mata juga flawless" Ternyata, tidak!

Tekstur concealer ini masih terlalu thick sehingga sulit diratakan dan kalau kulit bawah mata kering, maka concealer ini akan membuat kerutan semakin terlihat. Aku coba berbagai cara supaya bisa pakai produk ini, seperti pakai eye cream yang melembabkan sebelum pakai mineral botanica concealer, dan tidak berhasil. Mungkin harusnya eye cream dicampur dengan concealernya biar konsistensi teksturnya bisa lebih ringan, entahlah rasanya ribet banget!

Review Mineral Botanica Radiant Instant Cover Concealer

Pada akhirnya, produk ini tidak terpakai, dan untuk conceal bawah mata aku selalu pakai foundation yang sama dengan yang aku pakai untuk keseluruhan wajah. Produk ini sudah expired dan langsung aku buang karena nggak akan mungkin aku pakai, ingat untuk dibagian dekat mata, jangan berani ambil resiko! Selain itu, secara tampilan fisik, produk ini sudah tidak layak, karena cairan pelarut terpisah dengan pigmen atau zat terlarutnya. Sampai saat ini pun, aku belum tertarik membeli concealer baru.

***

Itu aja produk makeup yang belum aku repurchase. Bervariasi banget jenisnya, mulai dari bedak translucent, highlighter, eyeshadow, contour, dan concealer! Untuk eyeshadow aku sudah menemukan palette yang beginner friendly terutama dalam hal variasi warnanya, yaitu eyeshadow palette dari ESQA. Sedangkan untuk translucent powder aku masih bingung nih mau beli dari brand apa, ya? Kalau kalian ada rekomendasi atau penasaran dengan translucent powder dari brand tertentu, boleh tulis aja di kolom komentar. Nanti akan aku pertimbangkan untuk beli dan tentu tulis reviewnya juga!


***
Sebelum mengakhiri blog post ini, aku mau menekankan suatu pernyataan agar tidak ada salah paham, ya!

Memakai produk yang sudah melewati tanggal expired tentu bukan pilihan yang bijak. Pilihan dan konsekuensi harus siap diterima. Aku berani masih keep bahkan menggunakan highlighter dan contour powder yang sudah kadaluarsa karena aku tau kulitku bukan tipe yang sensitif. Selain itu, pemakaian produk ini hanya sedikit di bagian wajah. Aku bukan tipe yang suka highlighter banyak karena kulitku yang mudah berminyak akan memberikan efek glowing berlebihan. Contour pun aku pakai sedikit saja, hanya segaris tipis. Dua produk ini hanya aku pakai untuk bikin konten yang durasi pemakaiannya sebentar (2-3 jam) dan langsung dibersihkan dengan double cleansing!

Satu hal lagi, untuk produk yang digunakan dekat dengan area mata, tidak ada toleransi, kalau sudah kadaluarsa wajib stop pemakaian! Kulit muncul jerawat masih bisa diusahakan glow up, pilihan skin care lokal yang bagus sudah banyak, tapi kalau sampai mata kenapa-kenapa, sayang banget, pasti nyesalnya nggak habis-habis. Jadi, hemat boleh tapi jangan kebangetan ya, harus tau mana yang memiliki resiko tinggi.

Aku tidak menyarankan kalian untuk juga memakai produk make up yang kadaluarsa karena sensitivitas atau toleransi kulit setiap orang berbeda-beda. Pemakaian produk makeup yang kadaluarsa dapat menyebabkan iritasi, kulit berjerawat, dan atau masalah kulit lainnya. Tapi, itu sepenuhnya hak kalian dan ingat konsekuensi ditanggung sendiri, disinilah bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri.

Dan aku sangat menentang keras terhadap oknum MUA yang mengaplikasikan produk make up kadaluarsa ke klien! Ingat, kalau kamu pakai itu untuk diri sendiri, ya bebas aja, tapi kalau kamu pakaikan ke orang lain, itu sangat merugikan dan berbahaya. Kenapa? Karena nantinya yang menanggung dampak buruk dari produk kadaluarsa adalah si klien. So please untuk rekan MUA selalu cek tanggal kadaluarsa produknya, ya!

Pada blog post berikutnya akan ada random review versi skin care juga. Kalau yang skin care setelah kadaluarsa jelas nggak aku pakai lagi, tidak ada toleransi, pokoknya harus dibuang! Apa alasannya dan apa saja produk yang ternyata aku nggak bisa habiskan? Jawabannya ada di blog post selanjutnya.


***
Yes! Finally, this is the end of my blog post today. Thank you so much for reading until the end and see you in my next post!

Oh! Don't forget to follow my blog:
GFC (you can click "join this site")

Instagram: @vidazenitha
Facebook: Vida Zenitha

Thank you!

You Might Also Like

0 comments

PART OF BLOGGER PEREMPUAN

Blogger Perempuan

Subscribe